
Keselamatan kerja merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari operasional perusahaan. Salah satu risiko terbesar yang dapat mengancam keselamatan pekerja, aset perusahaan, hingga kelangsungan bisnis adalah kebakaran. Oleh karena itu, setiap perusahaan wajib memiliki sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang memadai, termasuk sumber daya manusia yang kompeten melalui pelatihan pemadam kebakaran.
Di Indonesia, pelatihan pemadam kebakaran bukan sekadar program pengembangan kompetensi, tetapi juga merupakan bagian dari pemenuhan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pemerintah melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja mengatur pembentukan unit penanggulangan kebakaran beserta kompetensi personelnya.
Lalu, apa saja jenis-jenis pelatihan pemadam kebakaran yang perlu diketahui? Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengapa Pelatihan Pemadam Kebakaran Penting?
Pelatihan pemadam kebakaran bertujuan meningkatkan kemampuan pekerja dalam:
- Mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran.
- Melakukan tindakan pencegahan.
- Menggunakan APAR dengan benar.
- Melaksanakan evakuasi darurat.
- Memadamkan api pada tahap awal.
- Mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.
Selain meningkatkan keselamatan, perusahaan juga dapat memenuhi kewajiban penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 serta ketentuan mengenai Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
Dasar Hukum Pelatihan Pemadam Kebakaran
Beberapa Regulasi Utama yang menjadi dasar penyelenggaraan pelatihan pemadam kebakaran antara lain:
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
- Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
- Permenaker Nomor PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR.
- PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3.
Jenis-Jenis Pelatihan Pemadam Kebakaran
1. Pelatihan Petugas Peran Kebakaran Kelas D
Pelatihan Kelas D merupakan jenjang dasar dalam sistem pembinaan petugas penanggulangan kebakaran.
Peserta pelatihan biasanya berasal dari:
- Operator produksi
- Teknisi
- Staff administrasi
- Security
- Seluruh pekerja yang ditunjuk perusahaan
Materi yang dipelajari
Materi umumnya meliputi:
- Dasar-dasar ilmu kebakaran
- Penyebab kebakaran
- Klasifikasi kebakaran
- Penggunaan APAR
- Teknik pemadaman api awal
- Evakuasi darurat
- Simulasi kebakaran
Menurut KEP-186/MEN/1999, petugas kelas D bertugas mengidentifikasi bahaya kebakaran, melakukan pemadaman awal, membantu evakuasi, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan mengamankan lokasi kebakaran.
2. Pelatihan Regu Penanggulangan Kebakaran Kelas C
Jenjang berikutnya adalah Petugas Regu Penanggulangan Kebakaran Kelas C.
Peserta biasanya:
- Ketua regu pemadam internal
- Supervisor
- Koordinator tanggap darurat
Kompetensi yang dipelajari
Selain materi dasar, peserta mempelajari:
- Leadership dalam keadaan darurat
- Manajemen regu pemadam
- Pengoperasian hydrant
- Fire hose
- Pemeriksaan sistem proteksi kebakaran
- Simulasi kebakaran skala sedang
Lulusan kelas C memiliki tanggung jawab memimpin regu pemadam internal perusahaan ketika terjadi keadaan darurat.
3. Pelatihan Koordinator Penanggulangan Kebakaran Kelas B
Pelatihan kelas B ditujukan kepada personel yang bertanggung jawab mengelola sistem penanggulangan kebakaran perusahaan.
Biasanya diikuti oleh:
- Kepala K3
- Safety Officer
- Supervisor senior
- Koordinator Emergency Response Team
Materi pelatihan
Materinya lebih komprehensif, meliputi:
- Fire Risk Assessment
- Sistem hydrant
- Fire pump
- Sprinkler
- Fire alarm
- Investigasi kebakaran
- Penyusunan program pencegahan kebakaran
- Penyusunan SOP tanggap darurat
Sesuai KEP-186/MEN/1999, koordinator kelas B bertugas memimpin penanggulangan kebakaran sebelum bantuan eksternal datang, menyusun program kerja, serta mengusulkan kebutuhan sarana dan anggaran penanggulangan kebakaran.
4. Pelatihan Ahli K3 Penanggulangan Kebakaran Kelas A
Pelatihan Kelas A merupakan tingkat tertinggi dalam sistem pelatihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja.
Pesertanya umumnya:
- Ahli K3
- Manager HSE
- Safety Manager
- Fire Safety Manager
Materi yang dipelajari
Pelatihan mencakup:
- Audit sistem proteksi kebakaran
- Desain sistem proteksi kebakaran
- Fire Safety Management
- Investigasi kebakaran
- Analisis risiko
- Penyusunan Emergency Response Plan
- Evaluasi sistem penanggulangan kebakaran
Ahli K3 Kebakaran Kelas A memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan, evaluasi, hingga pengembangan sistem manajemen penanggulangan kebakaran perusahaan.

Pelatihan Simulasi Evakuasi Kebakaran
Selain pelatihan berjenjang, perusahaan juga perlu melaksanakan simulasi kebakaran (fire drill) secara berkala.
Tujuan simulasi meliputi:
- Menguji prosedur tanggap darurat.
- Melatih koordinasi antar tim.
- Menguji jalur evakuasi.
- Mengukur waktu evakuasi.
- Meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pekerja.
Praktik simulasi secara berkala terbukti meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi kondisi darurat dan merupakan bagian penting dari budaya keselamatan kerja.
Pelatihan Penggunaan APAR
Pelatihan APAR sering menjadi materi dasar yang wajib diberikan kepada seluruh pekerja.
Materinya meliputi:
- Jenis APAR
- Fungsi APAR
- Teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep)
- Klasifikasi kebakaran
- Pemilihan media pemadam sesuai jenis kebakaran
Peserta juga melakukan praktik langsung memadamkan api menggunakan APAR agar lebih siap menghadapi kebakaran pada tahap awal.
Pelatihan Sistem Proteksi Kebakaran Gedung
Beberapa perusahaan juga menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai sistem proteksi kebakaran, meliputi:
- Fire Alarm System
- Sprinkler System
- Hydrant System
- Smoke Detector
- Fire Pump
- Smoke Management System
Pelatihan ini umumnya ditujukan kepada teknisi gedung, engineer, dan tim maintenance yang bertanggung jawab terhadap keandalan sistem proteksi kebakaran.
Siapa yang Wajib Mengikuti Pelatihan?
Berdasarkan tingkat risiko perusahaan, peserta pelatihan dapat berasal dari berbagai jabatan, antara lain:
- Operator produksi
- Teknisi
- Security
- Supervisor
- Tim K3
- Safety Officer
- HSE Manager
- Building Manager
- Pengelola gedung
- Tim Emergency Response
Perusahaan dengan tingkat risiko kebakaran yang lebih tinggi umumnya membutuhkan personel pada setiap jenjang (D, C, B, hingga A) agar struktur Unit Penanggulangan Kebakaran berjalan efektif sesuai regulasi.
Manfaat Mengikuti Pelatihan Pemadam Kebakaran
Pelatihan yang terstruktur memberikan banyak manfaat, antara lain:
- Meningkatkan keselamatan pekerja.
- Meminimalkan risiko kebakaran.
- Mengurangi kerugian aset perusahaan.
- Memenuhi persyaratan audit K3.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
- Meningkatkan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat.
- Membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Pelatihan pemadam kebakaran merupakan investasi penting bagi setiap perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi. Jenis pelatihannya terdiri dari beberapa jenjang, mulai dari Petugas Peran Kebakaran Kelas D, Regu Penanggulangan Kebakaran Kelas C, Koordinator Penanggulangan Kebakaran Kelas B, hingga Ahli K3 Penanggulangan Kebakaran Kelas A. Selain itu, pelatihan penggunaan APAR, simulasi evakuasi, dan pengoperasian sistem proteksi kebakaran juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Dengan memilih jenis pelatihan yang sesuai dengan tingkat risiko perusahaan dan kompetensi personel, organisasi tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap pekerja, aset, dan kelangsungan operasional bisnis.
Referensi :
- Kementerian Ketenagakerjaan RI. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
- Kementerian Ketenagakerjaan RI. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR.
- Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Pemadaman Api Kecil Menggunakan APAR (2025).
- Universitas Negeri Yogyakarta. Pedoman K3 Kebakaran.