Siapa Saja yang Wajib Mengikuti Pelatihan Damkar? Ini Daftar Pekerjaan dan Dasar Hukumnya

Sertifikasi Damkar

Keselamatan kerja merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari operasional perusahaan. Salah satu ancaman terbesar di tempat kerja adalah kebakaran, yang dapat menyebabkan korban jiwa, kerugian aset, hingga terhentinya proses bisnis.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mewajibkan perusahaan tertentu untuk memiliki petugas yang telah mengikuti Pelatihan Damkar (Pemadam Kebakaran) sesuai dengan tingkat risiko kebakaran di tempat kerja.

Lalu, siapa saja yang sebenarnya wajib mengikuti pelatihan damkar? Apakah hanya petugas keamanan? Apakah seluruh karyawan harus mengikuti pelatihan?

Artikel ini akan membahas secara lengkap berdasarkan regulasi pemerintah dan referensi akademik di Indonesia.

Apa Itu Pelatihan Damkar?

Pelatihan damkar adalah program pembinaan kompetensi yang bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai:

Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Dasar Hukum Pelatihan Damkar di Indonesia

Beberapa Regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan pelatihan damkar antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

UU ini mewajibkan setiap pemberi kerja menciptakan tempat kerja yang aman dari potensi kecelakaan, termasuk bahaya kebakaran.

Pasal-pasal dalam UU tersebut menegaskan bahwa pengusaha wajib menyediakan upaya pencegahan kebakaran serta perlindungan bagi tenaga kerja.

2. Permenaker Nomor PER.04/MEN/1980

Peraturan ini mengatur mengenai syarat pemasangan dan pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai perlengkapan dasar penanggulangan kebakaran.

3. Kepmenaker Nomor KEP.186/MEN/1999

Inilah regulasi utama mengenai pembentukan Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

Peraturan tersebut menjelaskan mengenai:

Siapa Saja yang Wajib Mengikuti Pelatihan Damkar?

Berikut kelompok yang diwajibkan atau sangat direkomendasikan mengikuti pelatihan damkar.

1. Petugas Penanggulangan Kebakaran Perusahaan

Kelompok pertama yang wajib mengikuti pelatihan adalah petugas yang ditunjuk perusahaan sebagai anggota Unit Penanggulangan Kebakaran.

Mereka memiliki tanggung jawab:

Petugas ini wajib memiliki kompetensi sesuai tingkat pelatihannya.

2. Koordinator Unit Penanggulangan Kebakaran

Koordinator bertugas:

Posisi ini membutuhkan pelatihan yang lebih tinggi dibanding anggota biasa.

3. Ahli K3 Umum

Meskipun tidak seluruh Ahli K3 bertugas sebagai petugas damkar, mereka perlu memahami:

Pengetahuan ini membantu penerapan SMK3 secara menyeluruh.

4. Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team)

Sebagian besar perusahaan besar memiliki Emergency Response Team (ERT).

Mereka wajib memahami:

Pelatihan damkar menjadi bagian penting dari kompetensi ERT.

5. Petugas Security

Security merupakan personel pertama yang biasanya menemukan potensi kebakaran.

Karena itu mereka sangat dianjurkan mengikuti pelatihan damkar agar mampu:

6. Supervisor Produksi

Supervisor bertanggung jawab terhadap keselamatan area kerjanya.

Mereka perlu memahami:

7. Operator Mesin

Operator mesin bekerja dengan:

Risiko kebakaran pada area produksi relatif tinggi sehingga operator sangat disarankan memiliki kemampuan dasar pemadaman kebakaran.

8. Teknisi Listrik

Hubungan arus pendek merupakan salah satu penyebab utama kebakaran industri.

Teknisi listrik perlu memahami:

9. Petugas Gudang

Gudang sering menyimpan:

Risiko kebakaran tinggi membuat petugas gudang perlu dibekali pelatihan damkar.

10. Seluruh Karyawan

Walaupun tidak semua wajib memiliki sertifikat petugas damkar, seluruh pekerja idealnya memperoleh pelatihan dasar mengenai:

Pelatihan dasar ini dapat dilakukan secara internal sebagai bagian dari program K3 perusahaan.

Cara Daftar Pelatihan Damkar

Perusahaan Apa Saja yang Wajib Memiliki Petugas Damkar?

Berdasarkan Kepmenaker No. KEP.186/MEN/1999, perusahaan dengan potensi bahaya kebakaran wajib membentuk Unit Penanggulangan Kebakaran.

Contohnya meliputi:

Semakin tinggi tingkat risiko kebakaran, semakin besar kebutuhan akan personel yang kompeten di bidang penanggulangan kebakaran.

Manfaat Mengikuti Pelatihan Damkar

Mengikuti pelatihan damkar tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata.

Beberapa manfaatnya antara lain:

Materi yang Dipelajari dalam Pelatihan Damkar

Umumnya peserta akan mempelajari:

Materi disampaikan melalui kombinasi teori dan praktik agar peserta mampu bertindak cepat saat terjadi kebakaran.

Mengapa Pelatihan Damkar Menjadi Investasi bagi Perusahaan?

Data menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran dapat dikendalikan apabila tindakan awal dilakukan secara cepat dan tepat. Karyawan yang telah mendapatkan pelatihan mampu mengenali potensi bahaya sejak dini, menggunakan peralatan pemadam secara benar, serta melakukan evakuasi yang terkoordinasi. Hal ini tidak hanya melindungi pekerja dan aset perusahaan, tetapi juga mengurangi potensi kerugian finansial akibat penghentian operasional.

Selain itu, keberadaan personel yang kompeten dalam penanggulangan kebakaran menunjukkan komitmen perusahaan terhadap penerapan budaya keselamatan kerja. Hal tersebut menjadi nilai tambah saat menghadapi audit, proses sertifikasi SMK3, maupun penilaian dari pelanggan dan mitra bisnis.

Kesimpulan

Pelatihan damkar bukan hanya kebutuhan bagi petugas pemadam internal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem keselamatan kerja. Berdasarkan regulasi di Indonesia, perusahaan yang memiliki potensi bahaya kebakaran wajib membentuk Unit Penanggulangan Kebakaran dengan personel yang telah mendapatkan pelatihan sesuai ketentuan.

Petugas damkar perusahaan, koordinator kebakaran, tim tanggap darurat, security, supervisor, operator mesin, teknisi listrik, hingga petugas gudang merupakan kelompok yang paling membutuhkan kompetensi ini. Sementara itu, seluruh karyawan sebaiknya mendapatkan pelatihan dasar agar mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.

Dengan investasi pada pelatihan damkar, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga melindungi keselamatan pekerja, menjaga aset, serta memastikan keberlangsungan operasional.

Referensi :

Anissa