Apa Itu Pesawat Angkat Angkut? Kenali Jenis dan Fungsinya di Dunia Kerja

Apa Itu Pesawat Angkat Angkut

Apa itu pesawat angkat angkut? Istilah ini sering ditemukan di berbagai sektor industri yang membutuhkan proses pemindahan, pengangkatan, atau pengangkutan material. Contohnya dapat ditemukan di proyek konstruksi, pabrik, pergudangan, pertambangan, pelabuhan, hingga berbagai kegiatan industri lainnya.

Pesawat angkat angkut memiliki peran penting dalam membantu pekerjaan manusia, terutama ketika harus memindahkan material dengan bobot besar, ukuran tertentu, atau jarak pemindahan yang tidak mudah dilakukan secara manual.

Namun, penggunaan peralatan tersebut juga memiliki risiko keselamatan yang harus diperhatikan. Karena itu, perusahaan perlu memastikan peralatan, operator, pemeriksaan, serta prosedur pengoperasiannya memenuhi ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3.

Apa Itu Pesawat Angkat Angkut?

Secara sederhana, pesawat angkat angkut adalah peralatan yang digunakan untuk mengangkat, mengangkut, memindahkan, atau menurunkan barang maupun material dalam kegiatan kerja.

Dalam konteks regulasi Indonesia, keselamatan dan kesehatan kerja untuk kategori ini diatur secara khusus melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. Regulasi tersebut ditetapkan pada 8 Juni 2020 dan diundangkan pada 12 Juni 2020.

Peralatan seperti crane, forklift, dan beberapa jenis alat pemindah material lainnya digunakan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan. Dengan bantuan pesawat angkat dan pesawat angkut, pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan efisien.

Meski demikian, peralatan tersebut tidak boleh digunakan secara sembarangan. Kesalahan pengoperasian, kelebihan beban, kondisi alat yang tidak layak, atau penggunaan alat bantu angkat yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Perbedaan Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Meskipun sering disebut secara bersamaan sebagai pesawat angkat angkut, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Pesawat angkat pada prinsipnya berkaitan dengan kegiatan mengangkat dan menurunkan beban. Peralatan ini banyak digunakan ketika material perlu dipindahkan secara vertikal maupun diposisikan pada lokasi tertentu.

Sementara itu, pesawat angkut lebih berkaitan dengan kegiatan memindahkan material atau barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Dalam praktiknya, beberapa peralatan dapat memiliki fungsi yang saling berkaitan. Karena itu, pemahaman mengenai karakteristik, kapasitas, cara kerja, dan batas penggunaan masing-masing peralatan menjadi bagian penting dalam penerapan K3.

Jenis-Jenis Pesawat Angkat Angkut

Ada berbagai jenis pesawat angkat angkut yang digunakan dalam dunia kerja. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Crane

Crane merupakan salah satu peralatan yang umum digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material berat.

Crane banyak ditemukan dalam proyek konstruksi, industri manufaktur, pergudangan, pertambangan, hingga kegiatan bongkar muat. Jenis crane dapat berbeda berdasarkan konstruksi, kapasitas, serta kebutuhan operasional.

Penggunaan crane membutuhkan perhatian khusus terhadap kapasitas angkat, kondisi komponen, alat bantu angkat, serta area kerja.

2. Forklift

Forklift merupakan alat yang banyak digunakan untuk memindahkan material, terutama di gudang, pabrik, pusat distribusi, dan kawasan industri.

Alat ini menggunakan garpu (fork) untuk mengangkat dan memindahkan material. Operator forklift harus memahami kapasitas alat, stabilitas beban, kondisi area kerja, serta prosedur keselamatan selama pengoperasian.

Kesalahan dalam mengoperasikan forklift dapat menyebabkan material jatuh, alat kehilangan keseimbangan, atau terjadinya kecelakaan yang melibatkan pekerja di sekitar area operasi.

3. Hoist

Hoist digunakan untuk mengangkat atau menurunkan beban menggunakan mekanisme pengangkatan tertentu.

Peralatan ini dapat digunakan pada berbagai aktivitas industri, terutama ketika material perlu diangkat secara vertikal. Hoist dapat menjadi bagian dari sistem pengangkatan yang lebih besar dan harus digunakan sesuai kapasitas serta spesifikasi yang ditetapkan.

4. Gondola

Gondola merupakan peralatan yang dapat digunakan untuk membantu pekerjaan pada sisi atau bagian luar bangunan, terutama pekerjaan yang membutuhkan akses pada ketinggian.

Penggunaan gondola membutuhkan perhatian serius terhadap keselamatan karena melibatkan pekerja dan peralatan pada posisi tinggi.

5. Conveyor

Conveyor digunakan untuk memindahkan material dari satu titik ke titik lainnya secara berkelanjutan.

Peralatan ini banyak digunakan pada industri manufaktur, pergudangan, pertambangan, dan berbagai fasilitas produksi. Conveyor dapat membantu meningkatkan efisiensi pemindahan material karena proses dapat berlangsung secara kontinu.

Apa Fungsi Pesawat Angkat Angkut di Dunia Kerja?

Fungsi utama pesawat angkat angkut adalah membantu proses pemindahan material agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan terkontrol.

Beberapa fungsi pentingnya meliputi:

1. Mengangkat material berat

Material dengan bobot besar sering kali tidak memungkinkan untuk dipindahkan menggunakan tenaga manusia. Pesawat angkat membantu proses pengangkatan tersebut.

2. Memindahkan barang

Pesawat angkut dapat digunakan untuk memindahkan material dari satu area ke area lainnya, misalnya dari gudang menuju area produksi.

3. Meningkatkan produktivitas

Penggunaan peralatan yang sesuai dapat membantu mempercepat proses material handling dan mengurangi pekerjaan manual yang membutuhkan waktu lebih lama.

4. Mendukung pekerjaan konstruksi

Dalam proyek konstruksi, berbagai jenis peralatan angkat digunakan untuk memindahkan material seperti baja, beton, mesin, dan komponen bangunan.

5. Membantu kegiatan pergudangan

Forklift dan peralatan material handling lainnya membantu proses pemindahan, penataan, dan distribusi barang di dalam area gudang.

Mengapa K3 Pesawat Angkat Angkut Penting?

Pertanyaan apa itu pesawat angkat angkut tidak dapat dipisahkan dari aspek keselamatan kerja.

Peralatan angkat dan angkut dapat berinteraksi dengan beban berat, mesin bergerak, pekerja, serta lingkungan kerja. Oleh karena itu, potensi bahaya harus dikendalikan melalui penerapan K3 yang tepat.

Permenaker No. 8 Tahun 2020 mengatur aspek keselamatan dan kesehatan kerja pada pesawat angkat dan pesawat angkut, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan pengoperasian serta peran juru ikat (rigger). JDIH Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa rigger memiliki tanggung jawab antara lain memilih alat bantu angkat sesuai kapasitas beban kerja aman, memeriksa kondisi pengikatan dan alat bantu, serta mengikuti prosedur pengamanan yang ditetapkan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada kondisi mesin, tetapi juga pada kompetensi personel dan penerapan prosedur kerja yang benar.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Pesawat Angkat Angkut

Sebelum menggunakan peralatan, perusahaan dan pekerja perlu memperhatikan beberapa aspek penting, seperti:

Pemeriksaan dan pengujian juga menjadi bagian penting dalam pengendalian keselamatan kerja.

Regulasi Pesawat Angkat Angkut di Indonesia

Regulasi utama yang secara khusus mengatur K3 pesawat angkat dan pesawat angkut adalah Permenaker Nomor 8 Tahun 2020. JDIH Kementerian Ketenagakerjaan mencatat peraturan tersebut sebagai regulasi bidang K3 Pesawat Angkat dan Angkut.

Namun, terdapat perkembangan regulasi pada tahun 2026 yang perlu diperhatikan. Permenaker Nomor 11 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan, yang mulai berlaku pada 3 Juli 2026, mencabut sebagian ketentuan Permenaker No. 8 Tahun 2020, yaitu pada Pasal 1 angka 5, Pasal 141 ayat (4), dan Pasal 173 ayat (3).

Dengan demikian, perusahaan sebaiknya tidak hanya mengacu pada satu regulasi secara terpisah, tetapi memperhatikan ketentuan terbaru yang berlaku dan hubungan antarperaturan K3.

Kesimpulan

Jadi, apa itu pesawat angkat angkut? Pesawat angkat angkut merupakan kelompok peralatan yang digunakan untuk membantu pekerjaan pengangkatan dan pemindahan material dalam berbagai aktivitas industri.

Crane, forklift, hoist, gondola, dan peralatan material handling lainnya memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan pekerjaan. Penggunaannya dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga memiliki potensi bahaya apabila tidak dioperasikan sesuai prosedur keselamatan.

Karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang sangat penting. Perusahaan perlu memastikan peralatan dalam kondisi layak, digunakan sesuai kapasitas, diperiksa dan dirawat secara tepat, serta dioperasikan oleh personel yang memiliki kompetensi sesuai pekerjaannya.

Memahami jenis, fungsi, risiko, dan ketentuan keselamatan pesawat angkat angkut menjadi langkah penting bagi perusahaan maupun pekerja yang terlibat dalam kegiatan material handling.

Sumber referensi terpercaya

  1. JDIH Kementerian Ketenagakerjaan RI – Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. JDIH Kementerian Ketenagakerjaan – Permenaker No. 8 Tahun 2020
  2. JDIH BPK RI – Basis data peraturan Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan status perubahan regulasinya. Database Peraturan BPK RI – Permenaker No. 8 Tahun 2020
  3. JDIH BPK RI – Permenaker No. 11 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan, termasuk ketentuan yang mencabut sebagian Permenaker No. 8 Tahun 2020. Permenaker No. 11 Tahun 2026 – BPK RI

Anissa